<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4990508570027081399</id><updated>2012-02-16T20:12:37.495-08:00</updated><category term='musim panas'/><title type='text'>menjalin ukhuwah di medan dakwah</title><subtitle type='html'>Tantangan zaman semakin hebat. Jalan dakwah semakin terjal. Mari rapatkan barisan menyongsong masa depan dengan dakwah, ukhuwah, dan rahmah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>zulfa el hasyim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04808073342377287954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4990508570027081399.post-2432782243116159509</id><published>2008-09-30T13:29:00.000-07:00</published><updated>2008-09-30T13:30:49.566-07:00</updated><title type='text'>tes</title><content type='html'>tes&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4990508570027081399-2432782243116159509?l=zulfahasyim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/feeds/2432782243116159509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4990508570027081399&amp;postID=2432782243116159509' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/2432782243116159509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/2432782243116159509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/2008/09/tes.html' title='tes'/><author><name>zulfa el hasyim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04808073342377287954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4990508570027081399.post-1478924283915402054</id><published>2008-09-21T12:19:00.000-07:00</published><updated>2008-09-21T12:25:06.525-07:00</updated><title type='text'>Hakikat (bagian 1)</title><content type='html'>aku adalah tangis bayi yang terbuang&lt;br /&gt;aku adalah kesendirian yang memenjarakan&lt;br /&gt;bagi sebagian orang&lt;br /&gt;aku adalah gurauan yang pantas dienyahkan&lt;br /&gt;aku hilang bersama jalinan waktu&lt;br /&gt;lalu terlupakan&lt;br /&gt;aku ada di ujung pelor-pelor ganas yang bermuka dingin&lt;br /&gt;aku adalah korban keserakahan para koruptor&lt;br /&gt;aku adalah secarik surat cinta yang terobek dan terbakar&lt;br /&gt;aku adalah hamba yang terabaikan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4990508570027081399-1478924283915402054?l=zulfahasyim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/feeds/1478924283915402054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4990508570027081399&amp;postID=1478924283915402054' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/1478924283915402054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/1478924283915402054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/2008/09/hakikat-bagian-1.html' title='Hakikat (bagian 1)'/><author><name>zulfa el hasyim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04808073342377287954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4990508570027081399.post-4231791753270136360</id><published>2008-06-25T11:21:00.000-07:00</published><updated>2008-06-25T11:25:14.232-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musim panas'/><title type='text'>memeluk matamu</title><content type='html'>kupeluk matamu&lt;br /&gt;karena aku ingin kau melihat&lt;br /&gt;bagaimana jalan hidup ini&lt;br /&gt;lalu bersimpuhlah di bidang jiwaku&lt;br /&gt;setelah kau mengerti dan kau pun terlelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yakinlah,&lt;br /&gt;ketika semua berjalan menurut kehadiranmu&lt;br /&gt;maka aku adalah cinta yang bernafas lewat aortamu&lt;br /&gt;karena terbang bersama rindu-rindu&lt;br /&gt;dan memeluk matamu..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4990508570027081399-4231791753270136360?l=zulfahasyim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/feeds/4231791753270136360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4990508570027081399&amp;postID=4231791753270136360' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/4231791753270136360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/4231791753270136360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/2008/06/memeluk-matamu.html' title='memeluk matamu'/><author><name>zulfa el hasyim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04808073342377287954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4990508570027081399.post-9092562775268509567</id><published>2008-06-05T18:38:00.000-07:00</published><updated>2008-06-05T18:39:44.129-07:00</updated><title type='text'>FUI Tuding AS Otaki Insiden Monas</title><content type='html'>Oleh : &lt;a href="http://swaramuslim.net/" target="_blank"&gt;Redaksi&lt;/a&gt; 06 Jun 2008 - 5:00 am &lt;a href="http://swaramuslim.net/comments.php?id=5983_0_15_0_C"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ahmadiyah Pangkal Masalah Insiden MonasJakarta - Forum Umat Islam (FUI) mencurigai insiden monas didalangi pihak asing. Bahkan AKK-BB dituding telah menerima duit US$ 26 juta dolar sejak 1995 hingga 1997.Kecurigaan FUI ini didasari kedatangan Kuasa Usaha Kedubes AS untuk Indonesia, John Heffrn menjenguk anggota AKK-BB yang menjadi korban insiden Monas 1 Juni. "John Heffern datang membesuk para korban dari AKK-BB. Ini menimbulkan tanda tanya publik. Ada hubungan apa antara orang-orang yg dijenguk tadi dengan kedubes AS," ujar Ketua Gerakan Persaudaran Muslim Indonesia (GPMI) Ahmad Sumargono. Hal itu disampaikan dia dalam jumpa pers yang digelar FUI di Hotel Sofyan Cikini, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat. Sekadar diketahui, GPMI adalah salah satu organisasi yang tergabung dalam FUI.Selain itu, Sumargono mengungkapkan, AS telah menerbitkan rilis yang meminta pemerintah Indonesia untuk segera menyelesaikan insiden Monas. Penerbitan rilis ini dinilai sebagai bentuk campur tangan AS.Sumargono juga membeberkan, Adnan Buyung Nasution, yang juga salah satu tokoh AKK-BB, telah menerima duit US$ 26 juta dari AS sejak tahun 1995 hingga 1997. "Melalui YLBHI, Adnan Buyung telah menerima dana dari USAID. Dana ini yang menyebabkan terjadinya gelombang reformasi yang membuat Indonesia amburadul di bawah eksploitasi kaum kapitalis liberal," tuturnya.Data ini didapat Sumargono berdasarkan tulisan di New York Time. Sumargono mengatakan tulisan New York Time itu diperkuat dari Maruli Tobing dalam harian Kompas, 9 Februari 2001 yang menyebut 'Lewat bantuan itu pula tidak adapula salahnya mencurigai CIA ikut dalam peristiwa yang terjadi 13 hingga 15 Mei 1998 di Jakarta'.Rencananya, FUI akan menyerahkan bukti-bukti keterlibatan pihak asing ini ke Mendagri sebagai bahan pertimbangan. "Syarat sebuah ormas dibubarkan salah satunya adalah mendapat bantuan dari asing. Bukti ini akan kami serahkan ke Mendagri sebagai pertimbangan saja," katanya. (Detik)&lt;br /&gt;Pernyataan FUI : Ahmadiyah Pangkal Masalah Insiden MonasJakarta, 6 Juni 2008 00:26 : Forum Umat Islam (FUI) terus mendesak agar Ahmadiyah segera dibubarkan dan dilarang di Indonesia karena menurut pengurus FUI, aliran tersebut merupakan pangkal masalah dari terjadinya insiden Monas, Minggu (1/6)."Kami menuntut kepada pemerintah untuk segera membubarkan Ahmadiyah sehingga terwujud ketentraman di masyarakat, sebab keterlambatan pemerintah dalam membubarkan Ahmadiyah menjadi pangkal masalah," kata penasehat FUI Ahmad Sumargono kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/6).Ahmad menyesalkan, karena berbagai pihak yang menjadi pelaku inti dalam pengeluaran Surat Keputusan Bersama (SKB) Pembubaran Ahmadiyah kerap tidak bisa memberikan jawaban pasti kapan SKB itu akan benar-benar dikeluarkan.Selain itu, Ketua Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia itu juga mengindikasikan, terdapat bentuk intervensi asing dalam Insiden Monas antara lain dari Amerika Serikat (AS). "Hal ini diindikasikan oleh kuasa usaha AS John A Hefern yang datang membesuk para korban dari kalangan AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan)," katanya.Ahmad juga mempertanyakan sikap Kedutaan Besar AS yang menggelar jumpa pers mengecam insiden tersebut dan mendesak pemerintah Indonesia untuk segera bertindak terkait kasus itu.Ahmad mengutarakan keinginannya agar pemerintah memeriksa berbagai sokongan dana asing yang diduga diperoleh sejumlah tokoh dan berbagai lembaga yang mendukung AKKBB.Berkaitan dengan Ahmadiyah, di tempat terpisah Direktur Eksekutif Center for Information and Development Studies Syahganda Nainggolan mengatakan, pemerintah agar mencermati adanya akar persoalan Ahmadiyah yang tidak tegas disikapi penuntasannya. "Pemerintah harusnya tidak perlu menunda-nunda terlalu lama dalam menyatakan pembubaran Ahmadiyah," katanya. [EL, Ant]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4990508570027081399-9092562775268509567?l=zulfahasyim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/feeds/9092562775268509567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4990508570027081399&amp;postID=9092562775268509567' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/9092562775268509567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/9092562775268509567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/2008/06/fui-tuding-as-otaki-insiden-monas.html' title='FUI Tuding AS Otaki Insiden Monas'/><author><name>zulfa el hasyim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04808073342377287954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4990508570027081399.post-20025330410076559</id><published>2008-06-05T18:32:00.000-07:00</published><updated>2008-06-05T18:33:36.703-07:00</updated><title type='text'>salafisme baru?</title><content type='html'>Salafiyah Tidak seperti yang saya duga sebelumnya, mungkin juga anda, almarhum Syeikh Ghazali, DR. Yusuf Qaradhawi, DR. Ramdhan al-Bouti, DR. Aly Gum'ah –Mufti Mesir, dan sejumlah tokoh Islam lainnya yang selama ini dikenal moderat, ternyata juga tak luput dari hujatan, dibid'ahkan, bahkan kadang dianggap berpikiran sesat, oleh sekelompok orang yang mengaku salafi. Syeikh Ghazali menamakan kelompok yang kerap mengaku paling salafi ini sebagai Salafi-Baru.&lt;br /&gt;Tak cukup individu saja yang dikecam, organisasi-organisasi sosial-keagamaan yang tidak sejalan dengan pemikirannya, seperti Jama'ah Tabligh, Ikhwan Muslimin, dll, pun juga kena semprot. Seringkali yang terakhir ini diplesetkan menjadi Ikhwanul Muflisin. Selanjutnya, Anda bisa mereka-reka sendiri bagaimana dengan nasib pemikir-pemikir Islam yang dianggap, katakan saja, "liar”?&lt;br /&gt;Fenomena ini, dalam konteks kepentingan Islam global, tentu sangat tidak menarik, bahkan mengkhawatirkan! Karena mengganggu soliditas dan persaudaraan umat. Juga mengganggu konsentrasi primer yang lebih mendesak untuk digarap umat Islam dewasa ini, yaitu pendangkalan pemahaman hakikat Islam, mengentas kemiskinan, mengejar ketinggalan dalam bidang pendidikan, hi-tec, wawasan peran global dan hal krusial lainnya.&lt;br /&gt;Terma Salaf&lt;br /&gt;Secara etimologis, kata salaf sepadan dengan kata qablu. Artinya setiap sesuatu yang sebelum kita. Lawan kata salaf adalah khalaf (generasi setelah kita). Kata ini kemudian menjadi sebuah terminologi untuk menunjuk pada generasi keemasan Islam, tiga generasi pertama Islam: para Sahabat, Tabi'in dan Tabi' Tabi'in atau Salaf Shalih. Istilah ini merujuk pada hadis Nabi: Khairul quruni qarni..... (H.R. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;Dalam wacana Islam kontemporer, kata salaf kemudian diimbuhi ya nisbat pada hurup akhirnya: menjadi salafi, kadang juga salafiyah – dengan penambahan ta, setelah ya, untuk menunjuk pada kelompok Islam yang menjadikan cara berpikir dan suluk generasi salaf sebagai sumber inspirasi. Bahkan beberapa kelompok salafi menganggapnya sebagai mazhab.&lt;br /&gt;Terma salafi pada perkembangan berikutnya, mengalami metamorfosis dan tidak bisa diartikan tunggal lagi. Kalimat itu menjadi multi makna. Sikap tak terburu-buru dalam analisis menjadi sebuah keniscayaan ketika menemukan kalimat salafi. Karena pada tingkat sesama pemikir saja, umpamanya, konotasinya bisa berbeda satu sama lain. Misalnya, Goerge Tharabisi dan Aziz Azmah, menggunakan kata salafi untuk sesuatu yang pejoratif: untuk menunjuk arus pemikiran atau kelompok yang anti segala hal yang berbau modernitas dan anti pembaharuan. Lawan dari terma salafi model ini adalah progresif (taqadumi). Sementara, Abid Jabiri, Fahmi jad'an, dan sebagian orientalis menggunakan istilah salafi untuk menunjuk pada setiap gerakan atau pemikiran Islam, yang menjadikan al-Qur'an dan Hadis sebagai sumber utama pemikirannya. Makna yang terakhir ini cakupan lebih luas: memasukan banyak tokoh dan kelompok Islam, baik yang moderat, "literal" -dzahiriyah judud, dan semua kecenderungan pemikiran yang menjadikan al-Qur'an dan Hadis sebagai rujukan utama.&lt;br /&gt;Pada tingkatan klaim antar sesama kelompok pengikut salafi, juga tak kalah ruwetnya. Banyak sekali kelompok yang mengklaim dirinya sebagai salafi hakiki. Di Kuwait, misalnya, data menunjukkan ada lima kelompok yang sama-sama mengaku sebagai salafi, satu sama lain saling kecam dan mendaku sebagai yang paling sah.&lt;br /&gt;Sejatinya, salaf bukanlah sebuah mazhab dan juga bukan personifikasi individu. Seperti pernah disinggung di atas, ia adalah sebuah generasi yang disabdakan Nabi sebagai generasi terbaik, yang mencakup tiga generasi Islam pertama. Kenapa dianggap yang terbaik? Karena mereka adalah generasi yang paling dekat, dengan pengertian seluas-luasnya, dengan masa kenabian. Terutama generasi pertama yang langsung dapat bimbingan dari Rasulullah Saw. Apa makna hadis ini bagi generasi setelahnya? Hadis ini mengajak kita semua untuk menjadikan metode berpikir dan cara bersikap mereka sebagai sumber inspirasi. Bukan malah dijadikan mazhab! Maka tak semua yang mengaku salafi akan otomatis berpikiran kolot. Tergantung kepada artikulasi dan cara memahami pola berpikir dan suluk salaf shalih itu sendiri. Dalam pandangan saya, salafi sejati tidak akan berpikir dan bersikap kaku. Dan kata salaf sendiri secara bahasa sangat netral dan sama sekali tidak mengandung arti pejoratif.&lt;br /&gt;Hanya saja, karena berbagai faktor, pada akhirnya, istilah salafi sangat identik dengan kelompok Wahabi, sebuah aliran yang didirikan Syeikh Muhamad Bin Abdul Wahab (1703-1791) di Najd, Arab Saudi. Sebagian dari mereka, ada perasaan bahwa dirinya lah yang paling salafi. Mereka sendiri, sebetulnya lebih enjoy dipanggil salafi, daripada Wahabi.&lt;br /&gt;Tapi, sayangnya ditangan mereka, makna salafi kemudian dicederai, dikerangkeng pada permasalahan furu'iyah dan perdebatan-perdebatan lama ulama klasik, baik di bidang Fikih, Ilmu Kalam, Tashawuf. Dalam Fikih mereka lebih konsen: membid'ah-bid'ahkan tradisi maulid nabi, ziarah, tawasul dan yang sejenisnya. Dalam Ilmu Kalam, alih-alih menanamkan hakikat makna tauhid, mereka memperdebatkan kembali tentang, misalnya, asma wa sifat dan bahayanya menta'wil ayat ar-Rahmanu 'ala al-'arsyi istawa dengan tawil sebagai kinayah dari keagungan Allah Swt, dll. Mereka akan mengecam siapa pun yang tidak sejalan dengan alur pemikirannya. Tak heran, kalau dicermati karya-karyanya, maka kita akan menemukan daftar-daftar bid'ah mulai yang klasik sampai bid'ah kontemporer. Judulnya pun bisa kita tebak seputar rad wa al'tirad mandul: fulan dalam timbangan Islam, mengcounter pemikiran fulan atau menelanjangi pemikiran fulan. Tentu saja bukan berarti kita tidak boleh untuk mendiskusikan kembali soal-soal di atas. Yang tidak boleh adalah menjadikan permasalahan di atas sebagai prioritas utama.&lt;br /&gt;Tulisan ini dimaksudkan sebagai pengantar singkat untuk membedah dan mendiskusikan kembali metode dan gerakan Salafi-Wahabi saja. Tak akan membahas gerakan salafi secara umum. Sudah kita maklumi semua, akhir-akhir ini, dalam beberapa hal, sebagian oknum yang berafiliasi pada kelompok Salafi-Wahabi dianggap kerap melakukan tindakkan-tindakkan yang berpotensi merusak citra Islam, meresahkan dan banyak menimbulkan perpecahan dikalangan intern umat Islam. Tidak hanya di Timur Tengah, tapi juga di negara-negara dimana ada komunitas Islamnya, termasuk di Barat. "Lawannya" pun di batasi hanya dari kelompok-kelompok moderat saja: Syeikh Qaradhawi cs. Artinya, kritikan-kritkan keras Wahabi yang ada di tulisan ini, ditunjukkan buat tokoh-tokoh di atas yang selama ini dianggap moderat dan diakui otoritas keilmuannya. Poinnya, betapa sama tokoh moderat pun Wahabi masih merasa kegerahan. Sebelum mengenal lebih jauh tentang dasar pemikiran Salafi-Wahabi, ada baiknya kita petakan secara sederhana dulu gerakan awal salafi, dengan menjadikan Mesir, Maroko dan Saudi sebagai sampel.&lt;br /&gt;Peta Gerakan Salafi&lt;br /&gt;Gerakan Salafi, lebih-lebih mulai awal abad 19 M. tidak hanya disuarakan di Arab Saudi saja, tapi juga di berbagai negara Islam, diantaranya Mesir, dan Maroko. Yang menyatukan gerakan salafi ditiga negara itu adalah keseriusannya terhadap pemberantasan bid'ah, purifikasi akidah, perlawanan atas gerakan tasawuf. Mungkin karena suasana dan tuntutan lingkungan yang berbeda, membuat Salafi Maroko dan Mesir dengan Jamaludin al-Afghani dan Muhamad Abduh sebagai pionirnya kemudian mempunyai kekhasan yang tidak dimiliki Salafi-Saudi atau Salafi-Wahabi. Misalnya, Salafi Maroko dan Mesir bisa lebih terbuka dengan modernitas dan tidak berhenti berkutat pada persoalan purifikasi akidah saja. Mereka mengalami lompatan perjuangan. Dalam kasus salafi Mesir, mereka langsung bergelut dengan problem kebangsaan yang sedang dihadapi. Abduh berani melakukan pembaharuan keagamaan, bahasa Arab dan reformasi fundamental metode pendidikan di universitas al-Azhar. Salafi Mesir juga bergabung bersama pemerintah mengangkat senjata untuk mengusir penjajahan Perancis. Hal yang sama pun berlaku bagi kelompok Salafi Maroko.&lt;br /&gt;Sementara Salafi Arab Saudi dihadapkan pada kenyataan lain. Mereka sibuk bertempur dengan saudara seagama. Secara eksternal dan dengan diback-up Inggris, mereka berperang melawan Dinasti Ustmani. Pada tingkat internal mereka keasyikan melakukan purifikasi akidah dan memberantas tarekat-tarekat sufi yang saat itu berkembang pesat di Arab Saudi. Latar belakang inilah mungkin yang kemudian bisa menjelaskan kenapa kelompok salafi Arab Saudi sangat keras: berpikir sempit dan kolot.&lt;br /&gt;Dasar-Dasar Pemikiran Salafi-Wahabi&lt;br /&gt;Apresiasi kita sama Wahabi yang sangat peduli dengan laku sunah, otentifikasi sanad hadis, purifikasi akidah dengan memberantas bid'ah-bid'ah, tak bisa menghapus kesan kuat, bahwa secara umum, baik dalam bidang pemikiran, keagamaan, sosial dan politik sebagian orang yang berafiliasi kepada Wahabi banyak mengadopsi pendapat-pendapat keras-kaku. Mulai dari mengharamkan sistem demokrasi, sistem partai, konsep nation-state, kepemimpinan wanita –bahkan wanita tidak boleh menyetir mobil sendiri, membid'ahkan maulid Nabi, ziarah kubur, zikir jama'ah, anti sufi sampai fatwa haram menggunakan sendok makan (lihat misalnya fatwa salah satu tokoh Salafi-Wahabi Yaman, Syeikh Muqbil dalam bukunya: as-Shawaiq Fi Tahrim Malaiq atau Halilintar: Tentang Haramnya Memakai Sendok.&lt;br /&gt;Mencermati daftar permasalahan-permasalahan yang disesatkan-dibid'ahkan oleh mereka, maka kita akan berkesimpulan, bahwa kebanyakan daftar itu masuk wilayah mukhtaf fihi: suatu wilayah yang masih dan akan selalu diperdebatkan karena berangkat dari dalil yang tidak qath'i ats-tsubut wa ad-dilalah atau tidak ada ijma ulama. Sebetulnya sikap ulama klasik sudah sangat jelas dan bijak, bahwa dalam wilayah yang masih mukhtalaf fihi, siapa pun tidak boleh memaksakan pendapatnya. Karena akan terjebak pada fanatisme bermazhab dan perpecahan seperti sekarang ini. Semua orang bebas dengan pilihannya.&lt;br /&gt;Pertanyaannya: apa gerangan yang menyebabkan konsentrasi mayoritas dari mereka tersedot pada hal-hal yang masih diperdebatkan? Apa yang membuat mereka seolah lupa bahwa masalah pokok umat Islam sekarang adalah kemiskinan, ketinggalan dalam bidang pendidikan, hi-tech dan bidang primer lainnya?&lt;br /&gt;Realitas di atas terjadi karena dasar pemikiran mereka banyak berlandaskan pada, diantaranya:&lt;br /&gt;1. Ada pembalikan skala prioritas pada cara berpikir dan bertindaknya. Misalnya, mereka lebih memilih meneriakan slogan bid'ah-sesat pada orang yang merayakan acara maulid, ziarah kubur, dll yang hukumnya masih mukhtaf fihi, walapun berpotensi mengancam persatuan umat. Karena jelas sikap keras itu akan menimbulkan ketersinggungan dan menimbulkan aksi balas yang kontra-produktif.&lt;br /&gt;2. Dalam bidang pengetahuan agama, mereka terlalu konsen dengan menghafalkan tumpukan matan-syarah kitab, dan sibuk dengan fikih furu'iyah yang sering tidak di bandingi dengan pengetahuan kontemporer, sehingga yang terjadi adalah keluarnya fatwa-fatwa keras pada soal khilafiyah yang sering bertabrakan dengan kemaslahatan umat.&lt;br /&gt;3. Menutup pintu kebenaran dari pendapat orang lain. Seolah yang benar hanya dirinya saja. Efeknya mereka menekan orang lain untuk ikut pendapatnya. Bahkan sebagian dari mereka tak segan untuk menyesatkan ulama yang berfatwa kebalikan dari pendapatnya. Lihat misalnya kasus yang menimpa pengarang buku best seller, La Tahzan, Dr. 'Aidh al-Qarni yang dikecam habis gara-gara berfatwa wanita boleh tak memakai cadar dan boleh ikut pemilu. Hal yang sama juga pernah menimpa almarhum Syeikh Ghazali dan Syeikh Qaradhawi.&lt;br /&gt;4. Sering me-blowup permasalahan ajaran sufi, ziarah kubur, maulid nabi, tawasul dan sejenisnya, seolah-olah ukuran tertinggi antara yang hak dan bathil. Tapi pada saat yang sama mereka tidak peduli pada kebijakan publik dari pemerintahnya yang kadang tidak berpihak pada kepentingan rakyat dan umat Islam. Mereka taat total pada penguasa yang kadang kebijakannya tidak arif. Sangat jarang, kalau tak dikatakan tak ada, tokoh-tokoh Wahabi melakukan kritik pedas pada pemerintahan Arab saudi soal soal sistem pemerintah, kebijakan penjualan minyak, kebijakan politik luar negeri, lebih-lebih mengkritik "kedekatan" pemerintahanya sama Amerika dan sekutunya.&lt;br /&gt;5. Terlalu mengagungkan tokoh-tokoh kuncinya, semisal Ibnu Taymiah, Bin Baz, dll, sehingga mengurangi nalar kritis. Padahal, pada saat yang sama mereka berteriak anti taklid!&lt;br /&gt;6. Terlalu asyik dengan permasalahan mukhlataf fihi, sehingga sering lalai dengan kepentingan global umat Islam&lt;br /&gt;7. Terlalu tekstualis, sehingga sering menyisihkan pentingnya akal dan kerap alergi dengan hal-hal baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poin-poin di atas, menggiring kita pada kesimpulan bahwa Salafi-Modern mengalami krisis metodologis dan krisis fikih prioritas. Maka tak terlalu mengherankan kalau mereka juga biasa mengecam keras, dan sering gerah dengan sikap dan pendapat tokoh yang saya sebutkan di mukadimah yang dikenal moderat dan mumpuni secara keilmuan. Kesimpulan ini tentu tidak bisa digenerilisir begitu saja kepada semua Salafi-Wahabi. Karena ini sikap yang tidak ilmiah dan tak adil. Tapi, minimal, kalau kita amati buku-buku yang beredar tentang salafi yang ditulis oleh kalangan mereka, juga mengamati milist, maupun website yang dikelolanya, sedikit banyak anda mungkin akan setuju dengan kesimpulan saya. Lebih-lebih kalau yang dijadikan sampel adalah kalangan generasi mudanya.&lt;br /&gt;Ada satu hal yang perlu digarisbawahi, dengan kritikan ini tidak berarti kita memandang remeh pada hal-hal yang mereka bahas. Juga tak berarti mereka tidak boleh memilih pendapat-pendapat yang menjadi keyakinannya. Itu adalah hak mereka. Yang salah adalah ketika pendapat-pendapat itu diekspor melewati teritorialnya kemudian dipaksakan kepada orang lain. Dan siapa saja yang menolak atau tidak ikut pendapatnya maka akan dihukumi bid'ah, bodoh akan hukum Islam dan disesatkan!&lt;br /&gt;Yang paling mengkhawatirkan bagi saya, krisis ini menyebabkan mereka sering kehilangan akal kesadaran akan kepentingan global umat Islam, bahwa kita sedang dikepung arus globalisasi dan era pasar bebas yang tak mungkin dihindari. Arus ini bisa menggerus siapa saja yang tak berdaya. Ya, saya takut kita kehilangan rasa persaudaran, rasa sepenanggungan dan militansi akan kepentingan umat Islam! Padahal sekarang ini umat Islam bukan pemegang pentas dunia, baik sosial, politik maupun ekonomi. Artinya kita butuh ukhuwah untuk menegaskan identitas kita, lebih dari pada masa-masa sebelumnya. Bukan Ukhuwah yang hanya berhenti untuk membangkitkan romantisisme masa kejayaan silam. Ukhuwah yang dimaksud adalah untuk membangkitkan tekad membangun kembali peradaban Islam.&lt;br /&gt;Sebagai penutup, marilah kita sadar fikih prioritas dan saling bahu-membahu pada hal yang kita sepakati, dan memberikan kebebasan memilih pada hal yang masih mukhtalaf fihi. Dan dalam bidang hukum Islam, khususnya, dan pemikiran pada umumnya mestinya sekarang ini jangan hanya mencukupkan diri pada apa yang telah dihasilkan ulama klasik sambil berteriak: ma taraka al-awal lil-akhir! (bahwa semuanya telah dibahas ulama klasik). Tapi harus menggabungkan antara apa yang pernah diwariskan ulama klasik dengan produk kontemporer. Dengan begitu kita tak tercerabut dari akar identitas kita, juga tak kaku-gagap dengan segala hal kebaruan. Konsep ini berdasarkan pada kenyataan bahwa setting formulasi-formulasi pemikiran ulama klasik banyak dihasilkan tepat pada saat umat Islam memegang kendali dunia. Ingat data sejarah mencatat -+ 700 tahun kita memegang peradaban dunia. Misalnya saja konsep bahwa non muslim yang tinggal di negara Islam harus mengenakan pakaian tertentu atau konsep uang yang wajib dizakati adalah uang yang berbentuh dinar dan dirham saja. Padahal dua jenis uang itu, kesaktiannya telah digantikan oleh uang kertas, khususnya dollar, dll.&lt;br /&gt;Realitas saat ini sangat berbeda. Umat Islam sedang terpuruk dalam banyak hal. Data dilapangan menunjukan 50% umat Islam pendapatan perkapitanya dibawah 2 dollar. Dengan pendapatan itu jangan berpikir bisa meningkatan kualitas pendidikan. Membuat anaknya tidak kelaparan saja sudah sangat layak mendapatkan gelar Bapak Teladan!&lt;br /&gt;Akibat dari keterpurukan ini maka cermatilah hasil-hasil keputusan hukum fikih yang ditelorkan baik, oleh Majma' Buhust Mesir, Bahtsul Masail PBNU, Majelis tarjih PP. Muhamadiyah, dll seringkali yang temukan adalah fikih solusi, bukan hukum normal yang berdiri dengan gagah. Kaidah adh-dharurat tubihu al-mahdhurat, al-amru idza dzaka it-tasa', konsep sadz- adz-dzari, dan kaidah-kaidah lain yang mengisyaratkan kita dalam posisi "kalah hidup" pun menjadi kaidah yang paling laris. Kenapa? Karena realitas kebijakan hitam-putih dunia sekarang ini tidak ditangan kita. Mereka yang punya otoritas kebijakan dunia. Bukan kita! Sekarang pertanyaannya: Sudah siapkah kita untuk lebih mendahulukan persatuan dan kepentingan umat? Selamat Menunaikan Ibadah Puasa! Astagfirullah Li Walakum. Takaballah Mina wa Minkum Ajma'in. Wallahu 'alam bi as-shawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4990508570027081399-20025330410076559?l=zulfahasyim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/feeds/20025330410076559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4990508570027081399&amp;postID=20025330410076559' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/20025330410076559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/20025330410076559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/2008/06/salafisme-baru.html' title='salafisme baru?'/><author><name>zulfa el hasyim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04808073342377287954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4990508570027081399.post-8012690170906411358</id><published>2008-06-05T16:42:00.000-07:00</published><updated>2008-06-05T18:22:32.250-07:00</updated><title type='text'>konsep dakwah yang di buramkan-sebuah kritik dakwah Islam</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Islam adalah agama yang mempunyai banyak keistimewaan di antara agama-agama samawi yang lain, di antaranya dalam bidang dakwah. Dakwah adalah salah satu elemen yang paling penting dalam Islam. Maka dari itu Islam mengaturnya dengan sedemikian rupa baik dalam Al Qur'an maupun As Sunnah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dalam perkembangannya dakwah ikut menyesuaikan dengan masa dan peradaban. Seiring perkembangan teknologi, dakwah Islam pun ikut mengiringi perkembangan tersebut. Berbagai media dimanfaatkan untuk membantu dakwah ini. Dan alhasil Islam kini telah menjadi salah satu agama terbesar di muka bumi ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Selama lebih dari 14 abad para da'i dan da'iyah menapak tilas metode dakwah Sang Penutup para Nabi, Muhammad SAW. Dan hasilnya pun cukup gemilang. Islam tersebar ke seluruh pelosok negeri di muka bumi ini. Kalau bukan karena sistem dakwah ini adalah sebuah manhaj Illahi yang diwahyukan kepada Rasullullah SAW. tentulah tidak akan mencapai hasil yang begitu mengagumkan seperti sekarang ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Namun begitu dakwah Islam di abad millenium ini semakin mendapat tantangan keras dari para penentang kebenaran dan pemuja kebebasan. Dan dakwah suci ini telah banyak ternodai oleh kotoran-kotoran yang ditebarkan oleh musyakkikun dan kaum pluralis. bersambung.......&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4990508570027081399-8012690170906411358?l=zulfahasyim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/feeds/8012690170906411358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4990508570027081399&amp;postID=8012690170906411358' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/8012690170906411358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/8012690170906411358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/2008/06/konsep-dakwah-yang-di-buramkan-sebuah.html' title='konsep dakwah yang di buramkan-sebuah kritik dakwah Islam'/><author><name>zulfa el hasyim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04808073342377287954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4990508570027081399.post-7761222322301574267</id><published>2008-05-27T18:23:00.000-07:00</published><updated>2008-05-27T18:27:46.275-07:00</updated><title type='text'>Konfesi Tafsir Kaum Pluralis</title><content type='html'>&lt;table class="MsoNormalTable" style="width: 680px; height: 24px;" border="0" cellpadding="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt; width: 100%;" width="100%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt; width: 100%;" width="100%"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="right"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;a href="javascript:void%20window.open('http://www.insistnet.com/index2.php?option=com_content&amp;do_pdf=1&amp;id=186',%20'win2',%20'status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no');" title="PDF"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;    &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;    &lt;v:formulas&gt;     &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;     &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;     &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;     &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;     &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;     &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;     &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;     &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;     &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;     &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;     &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;     &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;    &lt;/v:formulas&gt;    &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;    &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt;   &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt="PDF" title="&amp;quot;PDF&amp;quot;" style="'width:12pt;height:12pt'" button="t"&gt;    &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\private\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.gif" href="http://www.insistnet.com/images/M_images/pdf_button.png"&gt;   &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/private/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="PDF" shapes="_x0000_i1025" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt; width: 100%;" width="100%"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="right"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;a href="javascript:void%20window.open('http://www.insistnet.com/index2.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=186&amp;Itemid=41&amp;pop=1&amp;page=0',%20'win2',%20'status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no');" title="Cetak"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" alt="Cetak" title="&amp;quot;Cetak&amp;quot;" style="'width:12pt;height:12pt'" button="t"&gt;    &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\private\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image002.gif" href="http://www.insistnet.com/images/M_images/printButton.png"&gt;   &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/private/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" alt="Cetak" shapes="_x0000_i1026" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt; width: 100%;" width="100%"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="right"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;a href="javascript:void%20window.open('http://www.insistnet.com/index2.php?option=com_content&amp;task=emailform&amp;id=186',%20'win2',%20'status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=400,height=250,directories=no,location=no');" title="E-mail"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1027" type="#_x0000_t75" alt="E-mail" title="&amp;quot;E-mail&amp;quot;" style="'width:12pt;height:12pt'" button="t"&gt;    &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\private\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image003.gif" href="http://www.insistnet.com/images/M_images/emailButton.png"&gt;   &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/private/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" alt="E-mail" shapes="_x0000_i1027" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="" border="0" cellpadding="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt; width: 70%;" valign="top" width="70%"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ditulis oleh Fahmi Salim    &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma;"&gt;Wacana   untuk menyusupkan kredo pluralisme agama ke dalam alam pandangan hidup (world   view) umat Islam tidak pernah ditemukan dalam karya-karya ilmiah ulama Islam   terkemuka &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.   Namun dalam dua dasawarsa terakhir, wacana yang dimulai oleh gagasan-gagasan   pluralis alm. Cak Nur pada awal 90-an telah mengkristal setelah kelompok yang   menamakan Jaringan Islam Liberal (muncul pada era reformasi), resmi   menjadikan isu pluralisme agama sebagai sebagai salah satu agenda pentingnya.   Tafsir-tafsir Al-Qur'an yang ditulis para ulama terkemuka dieksploitasi oleh   kelompok ini dalam berbagai artikel dan tulisan lepas di media &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Kejujuran dan   keakuratan ilmiah yang seharusnya dimiliki seorang ilmuan-peneliti tampaknya   sulit ditemukan dalam puluhan artikel yang telah ditulis oleh para penghela   gerbong liberal. Terbaru, seorang penulis liberal berusaha kuat meneliti   perspektif Al-Qur'an tentang pluralisme agama dalam sebuah karya tulis wajib   di tingkat doktoral di sebuah perguruan tinggi Islam terkemuka di tanah air.   Pra-konsepsi yang menyetir diri seorang ilmuan dalam risetnya, pengabaian   kaidah-kaidah tafsir dan ditambah ketidakjujuran dalam mengungkap fakta   penafsiran ulama menyebabkan usaha itu menjadi absurd dan sia-sia. Berikut   ini beberapa contoh konfesi tafsir kaum pluralis:&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma;"&gt;Problem   Metodologis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;  Metode yang dipakai penulis salah satunya, katanya, adalah 'Tafsir Mawdlu'i'   (h.26). Tafsir model ini mendekati Al-Qur'an secara tuntas dengan mengambil   salah satu kata kunci konseptual atau gagasan-gagasan dasar Al-Qur'an yang   merespon sejumlah tema yang menjadi perhatian umat manusia. Namun dalam   prakteknya ia tak mengikuti tahapan-tahapan dan langkah yang harus ditempuh   mufasir mawdlui seperti penjelasan dari sunnah Rasulullah saw dan menghindari   dan berusaha adil dalam mengkompromikan ayat-ayat Al-Qur'an yang terkesan   kontradiksi (muhim al-ikhtilaf wa al-tanaqudh) . Mengawali buku itu di   halaman-halaman pertama (h.7-8), ia mendemonstrasikan pertentangan ayat-ayat   "fondasional, akidah" dengan ayat muamalah seperti larangan nikah   beda agama bagi perempuan muslimah. Bagi dia, larangan itu adalah 'opini   sebagian ulama fikih'. Padahal, ijma ulama dari seluruh mazhab berdasar Q.S.   al-Baqarah: 221 jelas mengharamkan model pernikahan ini. Ijma' ulama ini tak   hanya bersifat teoretis tapi juga diamalkan dan berlangsung lebih dari 14   abad. (al-Qaradhawi: 99) Inkonsistensi metodologi juga tampak dalam   'mal-praktek' penafsiran, ketika mazhab kontekstualisasi ditekankan untuk   sejumlah teks yang diduga anti kemajemukan beragama (h.12), dan disisi lain   mazhab 'literalisme' diterapkan untuk ayat-ayat yang mendukung pluralisme   (h.18-19).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma;"&gt;Makna al-Islam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;  Kiranya pengertian al-Islam dalam Ali 'Imran: 19 sering dijadikan sasaran   takwil penulis liberal. Sebagaimana dalam tafsir al-Zamakhsyari (I/417) bahwa   al-Islam adalah 'al-'Adlu wa al-Tawhid' (Keadilan dan Tauhid). Jika kita jeli,   sejatinya tafsiran ini adalah bias teologi muktazilah yang banyak menghiasi   tafsir al-Kassyaf. Tafsir ideologis semacam ini sektarian dan menafikan Ahlu   Sunnah wal Jama'ah. Juga al-Qurthubi (IV/43): al-Islam 'bi Ma'na al-Iman wa   al-Tha'at' (Keimanan dan Ketaatan), Sehingga berbekal kutipan di atas, dalam   footnote 108 hlm. 201 penulis dengan tegas menyatakan bahwa: "al-Islam   tak diartikan sebagai agama yang dibawa Nabi Muhammad saw". Padahal   pakar tafsir, Muhammad al-Thahir ibn 'Asyur (1879-1973 M) telah dengan tegas   menetapkan jenis 'al' definitif pada kata al-Islam itu adalah 'Alam bil   Ghalabat 'ala al-Din al-Muhammadi (nama sesuatu yang sudah terang menjadi   identitas agama yang dibawa oleh Muhammad saw), al-Tahrir wa al-Tanwir:   III/188.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma;"&gt;Mis-persepsi Kutipan dari Tafsir al-Manar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;  1). Syarat Keimanan yang Benar Bagi kaum pluralis-liberal fakta spektrum   pluralisme quranik telah diungkapkan melalui janji penyelamatan terhadap   orang-orang yang beragama selain Islam. Secara eksplisit, Al-Qur'an   menegaskan bahwa Yahudi, Kristen dan Sabean dll akan selamat jika 3 unsur   terpenuhi dalam al-Baqarah: 62 dan al-Maidah: 69. Dengan modal penggalan   tafsir al-Manar yang tidak utuh, penulis menjelaskan: "Jika diperhatikan   seksama jelas dalam ayat itu tak ada ungkapan agar mereka beriman kepada Nabi   Muhammad saw. Dengan mengikuti bunyi harafiahnya, sekalipun mereka tak   beriman kepada Nabi Muhammad saw maka akan memperoleh balasan dari Allah   SWT" (h.195).&lt;br /&gt;  Bagaimana sebenarnya pandangan Rasyid Ridha (1865-1935 M) tentang Ayat 62   surah al-Baqarah ini? Ayat itu, terang Rasyid Ridha, "Menjelaskan   sunnatullah dalam memperlakukan umat-umat beragama yang ada sebelum dan   sesudah Islam datang. Substansinya sama dengan pesan ayat 124 surah al-Nisa'.   Maka jelaslah, dengan demikian, 'tak ada ganjalan sekiranya ayat ini tak   mempersyaratkan keimanan kepada Nabi Muhammad saw'* dikarenakan konteks ayat   ini berbicara tentang perlakuan Allah SWT kepada seluruh kelompok umat   beragama yang percaya kepada masing-masing nabi dan wahyu yang khusus   diperuntukkan untuk mereka; mereka mengira bahwa keselamatan di akhirat kelak   adalah pasti milik mereka semata hanya karena status atribut sebagai muslim,   yahudi, kristen, atau sabean dll. Sebab itu, Allah SWT melalui ayat ini ingin   mengatakan bahwa keselamatan itu tidak ditentukan oleh jenis-jenis agama yang   diklaim tiap kelompok.** Melainkan ditentukan oleh keimanan yang benar   berangkat dari ketulusan jiwa, dan amal yang dapat memperbaiki kondisi umat   manusia. Dengan penjelasan ini, Al-Qur'an menafikan bahwa keputusan   keselamatan dari Allah SWT itu ditentukan oleh angan-angan kaum muslimin atau   Ahli Kitab, dan sebaliknya ia ditentukan oleh kualitas amal shalih yang   berangkat dari iman yang benar" demikian terjemah lengkap kutipan itu   (al-Manar vol.1/275, paragraf 2, baris ke 5-15). Syarat keimanan kepada Nabi   Muhammad saw itu diterangkan di dalam sunnah Rasulullah saw yang berfungsi   sebagai 'Bayan', penjelas Al-Qur'an. Imam Muslim meriwayatkan hadis dari Abu   Hurayrah ra. Bahwa Nabi bersabda: "Demi Allah yang nyawa Muhammad ada di   genggamannya, tak seorangpun dari umat ini baik Yahudi maupun Nasrani yang   mendengar kabarku kemudian ia mati dan belum beriman terhadap apa yang telah   diperutuskan kepadaku, kecuali ia termasuk penghuni neraka". (I/134 no.   240). Jadi manipulatif sekali jika ia dengan bebas mengesankan penulis   al-Manar berpendapat "tak ada persyaratan bagi orang yahudi, nasrani dan   shabiah untuk beriman kepada Nabi Muhammad saw." Imbas dari keliru paham   atas kutipan al-Manar itu pula ia berkesimpulan sembrono: "maka terang   bahwa surga tak dimonopoli komunitas satu agama. Ia adalah milik publik yang   bisa dihuni oleh umat beragama mana saja yang beriman dan beramal   shaleh" (h.202).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  2). Kekufuran Nasrani.&lt;br /&gt;  Kekufuran pengikut Nasrani seperti dinyatakan Al-Qur'an bukan bertendesi   politis, jelas bahwa itu adalah sikap teologis dalam Al-Qur'an. Menyikapi   kekufuran akidah kaum Nasrani yang telah ditetapkan dalam Q.S. al-Maidah: 17   dan an-Nisa: 171, penulis tak rela menerima ketetapan teologis Al-Qur'an itu.   Dengan susah payah ia berusaha memaparkan perbedaan hakikat Trinitas di   lingkungan Kristen, bahkan ia mentakwil konsep 'Anak Tuhan' dengan merujuk   kutipan PL dan PB (h.162), satu hal yang lazimnya dilakukan para agamawan   Kristen. Bahkan ia mengutip Rasyid Ridha yang menceritakan pandangan   orang-orang Kristen Eropa bahwa Yesus tak lebih dari seorang nabi/rasul dan   bukan Tuhan. Menurutnya, boleh jadi pandangan ini lah yang mendominasi umat   kristiani sekarang...? ! Dia juga keliru memahami kritikan Rasyid Rida dalam   al-Manar (VI/255) kepada al-Zamakhsyari dalam al-Kassyaf (II/16) dan al-Razi   dalam Mafatih al-Ghayb (VI/195) yang dianggap melakukan generalisasi terhadap   kelompok-kelompok kristen. Justeru Ridha mengkritik kedua mufasir itu karena   beranggapan bahwa kekufuran itu hanya terkait sebagian sekte Kristen saja.   Para mufasir itu belum melihat realitas kontemporer dan tak membaca buku-buku   teologi Kristen apalagi terlibat dalam perdebatan dengan mereka. Ridha   menyayangkan bahwa meski terjadi gerakan reformasi Kristen yang dilancarkan   kubu Protestan (paragraf terbawah al-Manar, h.255) dengan perombakan tradisi   kristen di sana-sini, namun lanjutnya, para reformis itu tak sanggup lagi   mengembalikan Kristen kepada doktrin Tauhid yang asli. Mereka, sepandangan dengan   Katolik dan Ortodoks, tetap meyakini konsep Trinitas dan ketuhanan Yesus.   Maka seluruh sekte Kristen saat ini berketetapan bahwa Allah itu adalah   al-Masih putera Maryam dan atau sebaliknya. (al-Manar, VI/256) artinya Ridha   ingin mengatakan bahwa fakta teologis yang diungkap al-Maidah: 17 itu sudah   benar dan didukung realitas Kristen yang ada sekarang.&lt;br /&gt;  Secara vulgar, kelompok liberal telah menunjukkan inkonsistensinya. Ketika   berhadapan dengan ayat-ayat Al-Qur'an yang mengkritisi keyakinan dan perilaku   Ahlul Kitab, mereka mentakwil sekuat tenaga bahwa ayat itu bersifat   kontekstual- historis, kondisional dan mencerminkan sikap politis Al-Qur'an.   Namun jika dihadapkan pada ayat-ayat yang mengapresiasi Ahlul Kitab, mereka   bersikap literal dan a-historis sambil menyatakan itulah sikap teologis   Al-Qur'an yang tak dapat dinasakh. Untuk ayat-ayat yang intoleran dan kritis   pada Ahlul Kitab mereka takwil sedemikian rupa dan untuk ayat-ayat toleran   tak satu pun mencantumkan penafsiran para pakar tafsir. Kalaupun tafsir ulama   dicantumkan, namun tidak utuh dan dimanipulasi sekenanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma;"&gt;Dari Akidah Pluralis ke Fiqih Pluralis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;  Dalam salah satu bahasannya, penulis liberal itu membolehkan umat Islam   bersedekah dan zakat kepada non-muslim dengan dasar firman al-Baqarah: 272   setelah meninjau sabab nuzulnya. Padahal Imam al-Qurthubi (m.671 H), yang ia   kutip, memberikan catatan hanya sedekah sunnah saja yang boleh diberikan   kepada mereka. Adapun sedekah wajib/zakat tidak sah untuk mereka atas dasar   hadits "Akhudzuha min Aghniyaikum fa Aruddaha ila Fuqaraikum" (vol   3/337). Ibnu al-Mundzir bahkan melaporkan adanya konsensus ulama bahwa kafir   dzimmi tak berhak menerima zakat mal kaum muslimin (ibid). Penulis juga   mendukung pendapat al-Mahdawi yang membolehkan zakat kepada orang musyrik   miskin (hlm.224) tapi ia tak menyebut komentar Ibnu 'Athiyah dalam tafsir   Al-Qurthubi bahwa opini tersebut tertolak oleh ijma' ulama. Demikian pula   pendapat Abu Hanifah bahwa boleh menyalurkan zakat fitrah kepada non-muslim   (hlm.225), lagi-lagi ia tak utuh menyebut kritikan pakar hukum Al-Qur'an,   Ibnul 'Arabi yang mengatakan pendapat ini lemah dan tak ada dasarnya (ibid).   Tentunya pendapat yang ditolak ijma ini, akan lebih janggal jika diterapkan   di tengah kondisi kemiskinan akut yang melilit umat Islam Indonesia.   Penafsiran pribadi penulis untuk mengembangkan fiqih pluralis juga terlihat   dalam bahasan tentang ucapan selamat natal (h.207-209), kebolehan non muslim   masuk mesjid (h.206), dan pengertian dan cakupan Ahlul Kitab yang cocok dan   kontekstual dengan kondisi Indonesia yang majemuk (h.216-217). Menjawab   konfesi ini tak cukup diungkapkan dalam artikel yang terbatas ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma;"&gt;Visi Qur'anik tentang Pluralitas dan   Toleransi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;  Namun setelah itu semua, disini perlu ditegaskan bahwa mengakui eksistensi   praktis agama-agama lain yang beragam dan saling berseberangan ini dalam   pandangan Islam tidak secara otomatis mengakui legalitas dan kebenarannya   seperti yang diajarkan oleh kaum pluralis. Sikap yang tepat adalah, menerima   kehendak Allah SWT dalam menciptakan agama-agama ini sebagai berbeda-beda dan   beragam. Karena Allah swt Yang Maha Bijak telah menghendaki untuk menciptakan   jagad raya dan segala isinya ini dengan bentuk dan kondisi yang demikian   sistematis dan seimbang; ada baik dan buruk, haq dan bathil, cahaya dan   gelap, bahagia dan sengsara. Tapi kehendak Ilahiah ini ada dua macam, merujuk   kepada istilah yang dipopulerkan Syekh Muhammad 'Abduh (1849-1903 M), yaitu:   1) kehendak ontologis (iradah kawniyyah) dan 2) kehendak legalistis (iradah   syar'iyyah). Di satu sisi, Allah SWT menciptakan sesuatu dan memang   menghendakinya secara ontologis dan legalistis, seperti: kebaikan, kebenaran,   iman, malaikat, dan segala sesuatu yang Dia cintai dan ridhai. Tapi di sisi   lain, Allah SWT menciptakan sesuatu dan menghendakinya secara ontologis tapi   tidak secara legalistis, seperti: kejahatan, kebatilan, setan, kekufuran dan   segala sesuatu yang Dia benci. Dr. Syekh Yusuf al-Qaradhawi (Ghairu   al-Muslimin fi al-Mujatama' al-Islami: 53-55) menyebutkan empat faktor yang   melahirkan sikap toleransi yang unik selalu mendominasi perilaku umat Islam   terhadap non-muslim: i) keyakinan terhadap kemuliaan manusia, apapun   agamanya, kebangsaan dan kesukuannya. Kemuliaan ini mengimplikasikan hak   untuk dihormati. ii) kayakinan bahwa perbedaan manusia dalam agama dan   keyakinan merupakan realitas (ontologis) yang dikehendaki Allah SWT yang   telah memberi mereka kebebasan untuk memilih iman atau kufur. Oleh karenanya   tidak dibenarkan memaksa mereka untuk Islam. iii) seorang muslim tidak   dituntut untuk mengadili kekafiran orang kafir atau menghukum kesesatan orang   sesat. Allah SWT lah yang akan mengadili mereka di hari perhitungan kelak.   (al-Hajj: 69, al-Syura: 15) Dengan demikian hati seorang muslim menjadi   tenang, tidak perlu terjadi konflik batin antara kewajiban berbuat baik dan   adil kepada mereka (al-Mumtahanah: 8), dan dalam waktu yang sama harus   berpegang teguh pada kebenaran keyakinannya sendiri. iv) keyakinan bahwa   Allah SWT memerintahkan untuk berbuat Adil dan mengajak kepada budi pekerti   mulia meskipun kepada orang musyrik (at-Tawbah: 6). Begitu juga Allah SWT   mencela perbuatan zalim meskipun terhadap orang kafir (al-Maidah: 8).&lt;br /&gt;  Wallahu A'lam bil Shawab.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4990508570027081399-7761222322301574267?l=zulfahasyim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/feeds/7761222322301574267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4990508570027081399&amp;postID=7761222322301574267' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/7761222322301574267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/7761222322301574267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/2008/05/konfesi-tafsir-kaum-pluralis.html' title='Konfesi Tafsir Kaum Pluralis'/><author><name>zulfa el hasyim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04808073342377287954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4990508570027081399.post-6298629506832107776</id><published>2008-05-20T14:16:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T02:23:50.024-08:00</updated><title type='text'>Mansoura at Summer</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_HFxqLHjXi2M/SDM_2rqjO5I/AAAAAAAAABY/sgsTkTlIHss/s1600-h/DSC00846.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_HFxqLHjXi2M/SDM_2rqjO5I/AAAAAAAAABY/sgsTkTlIHss/s320/DSC00846.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202572203209735058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4990508570027081399-6298629506832107776?l=zulfahasyim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/feeds/6298629506832107776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4990508570027081399&amp;postID=6298629506832107776' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/6298629506832107776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/6298629506832107776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/2008/05/mansoura-at-summer.html' title='Mansoura at Summer'/><author><name>zulfa el hasyim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04808073342377287954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HFxqLHjXi2M/SDM_2rqjO5I/AAAAAAAAABY/sgsTkTlIHss/s72-c/DSC00846.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4990508570027081399.post-5945410522184809710</id><published>2008-05-20T14:14:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T02:23:50.148-08:00</updated><title type='text'>AHRAM, ANCIENT OF EGYPT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_HFxqLHjXi2M/SDM_SbqjO4I/AAAAAAAAABQ/Dlp0IPFDhU8/s1600-h/85590799.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_HFxqLHjXi2M/SDM_SbqjO4I/AAAAAAAAABQ/Dlp0IPFDhU8/s320/85590799.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202571580439477122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4990508570027081399-5945410522184809710?l=zulfahasyim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/feeds/5945410522184809710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4990508570027081399&amp;postID=5945410522184809710' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/5945410522184809710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/5945410522184809710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/2008/05/ahram-ancient-of-egypt.html' title='AHRAM, ANCIENT OF EGYPT'/><author><name>zulfa el hasyim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04808073342377287954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_HFxqLHjXi2M/SDM_SbqjO4I/AAAAAAAAABQ/Dlp0IPFDhU8/s72-c/85590799.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4990508570027081399.post-2696332148541523148</id><published>2008-05-20T14:03:00.000-07:00</published><updated>2008-05-20T14:12:29.000-07:00</updated><title type='text'>Apakah HIV AIDS?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;HIV adalah virus yang menyebabkan AIDS. HIV menyerang sistem daya tahan tubuh manusia, menyebabkan tubuh lemah dan tidak berdaya melawan berjangkitnya penyakit. Jika seseorang terkena HIV, orang itu disebut positif-HIV (HIV+) tetapi belum tentu dia menghadapi AIDS.Sistem daya tahan tubuh adalah mekanisme tubuh yang terdiri dari sel darah putih. Sel-sel ini menyerang dan membunuh kuman dan virus yang masuk ke dalam tubuh kita.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;HIV hanya bisa menular melalui darah, air mani dan air mani termasuk darah haid. Darah atau cairan- cairan tubuh yang memasuki saluran darah orang lain melalui luka, dan kudis.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;HIV dapat menyerang sistem kekebalan tubuh&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sesudah HIV masuk ke aliran darah, virus ini mulai menyerang dan membunuh sel-sel T4 (salah satu jenis sel darah putih yang sangat berperan pada sistem kekebalan tubuh untuk melumpuhkan bibit penyakit).&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;HIV masuk sel T-4 dan memperbanyak diri, kemudian mencari dan membunuh sel-sel T4 lain yang belum terinfeksi.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Setelah jumlah HIV menjadi demikian banyaknya akhirnya sistem kekebalan tubuh tidak mampu melawan penyakit-penyakit lain yang masuk.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pengidap HIV tidak dapat dibedakan dengan seorang yang belum terinfeksi. Dalam waktu 2 - 10 tahun sesudah terinfeksi HIV, sangat mungkin gejala- gejala yang terkait dengan AIDS tidak akan terlihat sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Berarti seorang pengidap HIV dapat tetap merasa dan kelihatan sehat dalam waktu yang panjang.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Akan tetapi orang tersebut sudah dapat menularkan HIV kepada orang lain. Karena itu kita harus berhati-hati jika melakukan suatu perilaku yang beresiko untuk penularan HIV.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Infeksi oportunistik&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pada saat sistem kekebalan tubuh pengidap HIV sudah sangat rendah, beberapa penyakit yang sebenarnya tidak berbahaya bagi orang yang sehat, akan mengambil "kesempatan" masuk ke dalam tubuh. Misalnya, sejenis radang paru-paru, kanker kulit, TBC atau gangguan pada sel-sel otak. Penyakit- penyakit ini akhirnya dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya.Tetapi karena tidak ada gejala yang spesifik, hanya seorang dokter ahli yang dapat mendiagnosa AIDS.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;HIV tidak mudah menular.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Banyak orang yang mengira HIV mudah ditularkan. Padahal cairan yang dapat menularkan hanya terdapat pada darah, cairan vagina dan cairan sperma pengidap HIV. Maka hanya beberapa kegiatan tertentu saja yang memungkinan cairan tersebut masuk ke tubuh kita.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;HIV hanya bisa menular melalui cara-cara berikut :&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;1. melalui hubungan seks tanpa pengaman (seks tanpa pengaman adalah seks tanpa menggunakan kondom).&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;2. melalui jarum suntik.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;3. melalui ibu kepada bayinya semasa kehamilan, kelahiran atau penyusuan.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kegiatan yang dapat menularkan HIV:&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;1. Hubungan seks dengan seorang yang mengidap HIV. Data menunjukkan bahwa 80% kasus HIV/AIDS yang ada di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; ditularkan meialui hubungan seks.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;2. Menggunakan jarum suntik yang sudah tercemar HIV tanpa disterilkan terlebih dahulu. Bisa juga alat tajam lain seperti jarum tato atau jarum tindik.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;3. Melakukan transfusi darah yang sudah mengandung HIV.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;4. Dari ibu yang mengidap HIV pada bayi di kandungannya. Kemungkinan penularan meialui cara ini adalah 30%. jadi tidak semua bayi yang dilahirkan dari ibu HIV+ akan terinfeksi&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Berarti semua orang dapat tertular HIV jika melakukan kegiatan beresiko.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;AIDS tidak menular melalui:&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;penggunaan peralatan makan bersama (piring, sendok, garpu, gelas, dll)&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;penggunaan pakaian bergantian (baju, celana, handuk, dll)&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;kolam renang&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;WC, kamar mandi umum&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;gigitan nyamuk&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;ludah, keringat, aira mata, air kencing&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;ciuman, pelukan&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pencegahan AIDS&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk pencegahan penularan HIV/AIDS. Langkah pertama adalah mempelajari dan mengetahui fakta tentang AIDS yang benar. Semakin banyak yang Anda ketahui tentang AIDS, semakin kecil resiko Anda untuk ketularan. Yang terpenting adalah melakukan perilaku bertanggungjawab&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pencegahan AIDS melalui SEKS:&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Untuk yang sudah aktif secara seksual, Anda dapat mengurangi resiko dengan:&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;hanya melakukan hubungan seks dengan mitra tunggal&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;mengobati penyakit kelamin jika ada&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Perlu dipertimbangkan apakah perilaku kita telah sesuai dengan norma agama dan norma masyarakat yang ada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pencegahan AIDS melalui DARAH&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Hanya menerima tranfusi darah yang bebas HIV. Dalam situasi darurat, memilih donor darah yang sudah Anda kenal dan mempunyai resiko HIV yang cukup rendah.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pastikan bahwa jarum yang akan kamu pakai sudah steril:&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;gunakaniah jarum suntik yang baru, atau,&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;lakukan sterilisasi dengan membersihkan jarum menggunakan alkohol atau pemutih.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Untuk perempuan yang mengidap HIV, sebaiknya mempertimbangkan resiko HIV pada bayi sebelum hamil.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Anda juga harus peduli terhadap PMS(Penyakit Menular Seksual), karena jika kita mempunyai PMS, resiko tertular HIV akan semakin tinggi.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;PMS adalah berbagai macam penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks. Selain AIDS ada berbagai macam PMS, misalnya: kencing nanah (GO), sipilis, klamidia, herpes, dll.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sebagian PMS dapat terlihat gejaianya, sebagian lagi tidak. Gejala tersebut dapat hilang tanpa diobati, tetapi bukan berarti penyakitnya sudah sembuh. Dengan pengobatan yang benar, sebagian besar PMS dapat diobati secara tuntas.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;PMS dapat dicegah dengan cara yang sama dengan pencegahan AIDS.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;PMS tidak dapat dicegah dengan:&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;-mencuci alat kelamin sesudah hubungan seks&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;-minum jamu tradisional&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;-suntikan antibiotik&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Selain menaikkan resiko tertular HIV, jika PMS tidak segera diobati dapat menimbulkan berbagai akibat misalnya: kebutaan, kanker, artitis (lemah tulang), cacat, kemandulan, lumpuh, penyakit jantung, dan kerusakan otak.PMS juga dapat menular ke bayi di dalam kandungan.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Jika Anda menyampaikan informasi AIDS dan PMS pada orang lain berarti Anda telah membantu Program Pencegahan AIDS!!&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;Lentera adalah sekelompok orang yang peduli terhadap AIDS. Kami melakukan berbagai kegiatan dalam rangka pencegahan AIDS. Relawan Lentera berasal dari berbagai kalangan dan bekerja secara sukarela untuk pendidikan AIDS kepada masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-EG"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4990508570027081399-2696332148541523148?l=zulfahasyim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/feeds/2696332148541523148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4990508570027081399&amp;postID=2696332148541523148' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/2696332148541523148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/2696332148541523148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/2008/05/apakah-hiv-aids.html' title='Apakah HIV AIDS?'/><author><name>zulfa el hasyim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04808073342377287954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4990508570027081399.post-4865527468875032649</id><published>2008-05-20T13:59:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T02:23:50.374-08:00</updated><title type='text'>my pic..... hehehehe</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_HFxqLHjXi2M/SDM8PbqjO3I/AAAAAAAAABI/jzb7j9MTFIo/s1600-h/DSC00842.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_HFxqLHjXi2M/SDM8PbqjO3I/AAAAAAAAABI/jzb7j9MTFIo/s320/DSC00842.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202568230364986226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4990508570027081399-4865527468875032649?l=zulfahasyim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/feeds/4865527468875032649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4990508570027081399&amp;postID=4865527468875032649' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/4865527468875032649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/4865527468875032649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/2008/05/my-pic-hehehehe.html' title='my pic..... hehehehe'/><author><name>zulfa el hasyim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04808073342377287954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_HFxqLHjXi2M/SDM8PbqjO3I/AAAAAAAAABI/jzb7j9MTFIo/s72-c/DSC00842.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4990508570027081399.post-4524557952472654893</id><published>2008-05-20T13:56:00.000-07:00</published><updated>2008-05-20T13:59:48.190-07:00</updated><title type='text'>Semacam Prosa dari Hidupku</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;rentang waktu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;perlahan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;terus berusaha mendewasakanku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;perjalanannya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;dari detik ke detik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;dari menit ke menit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;dari jam ke jam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;perlahan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;terus berusaha memaknai detak kehidupan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;selaksa masa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;silih berganti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;memberi warna di atas kanvas sanubariku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;menuntun nafas ini melewati tebing curam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;mendaki karang terjal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;bahkan menuruni lembah biru kesyahduan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;ada keyakinan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;yang terus mempertahankan diriku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;di atas scenario dunia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;memerankan berjuta hikmah-hikmah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;dan di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;ada detak jam menungguku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;tangis, senyum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;silih berganti mendorongku untuk maju&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;menjulurkan hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;dan jiwaku, di sini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;menangkap haru biru desah nafas dunia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;Tambak, Juni 2005&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4990508570027081399-4524557952472654893?l=zulfahasyim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/feeds/4524557952472654893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4990508570027081399&amp;postID=4524557952472654893' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/4524557952472654893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/4524557952472654893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/2008/05/semacam-prosa-dari-hidupku.html' title='Semacam Prosa dari Hidupku'/><author><name>zulfa el hasyim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04808073342377287954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4990508570027081399.post-5955525227020321477</id><published>2008-05-13T15:23:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T02:23:50.552-08:00</updated><title type='text'>gue lagi belajar nih... hehehehe</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_HFxqLHjXi2M/SCoVHbqjO1I/AAAAAAAAAA4/wdVvDg6VPKM/s1600-h/DSC00644.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_HFxqLHjXi2M/SCoVHbqjO1I/AAAAAAAAAA4/wdVvDg6VPKM/s320/DSC00644.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199991937182153554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4990508570027081399-5955525227020321477?l=zulfahasyim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/feeds/5955525227020321477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4990508570027081399&amp;postID=5955525227020321477' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/5955525227020321477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/5955525227020321477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/2008/05/gue-lagi-belajar-nih-hehehehe.html' title='gue lagi belajar nih... hehehehe'/><author><name>zulfa el hasyim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04808073342377287954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_HFxqLHjXi2M/SCoVHbqjO1I/AAAAAAAAAA4/wdVvDg6VPKM/s72-c/DSC00644.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4990508570027081399.post-1404516125343873557</id><published>2008-05-13T15:14:00.000-07:00</published><updated>2008-05-13T15:15:22.359-07:00</updated><title type='text'>akhirnya</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt;Aku telah kehilangan segala rasa darinya&lt;br /&gt;Tak bisa lagi keningnya kukecup mesra&lt;br /&gt;Cuma bayangnya yang selalu ada&lt;br /&gt;Hanya kupangku dalam senja&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Segala gugur sudah&lt;br /&gt;Cintaku kini punah&lt;br /&gt;Kembalipun tiada pernah&lt;br /&gt;Cuma hati tinggal bernanah&lt;br /&gt;Tersungkur ku dihunus panah&lt;br /&gt;Terbang melayang dihembus bayu&lt;br /&gt;Ku tahu kini kau telah layu&lt;br /&gt;Mata inipun seakan sayu&lt;br /&gt;Tinggal menunggu ajal di ujung lembayu…………………..&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4990508570027081399-1404516125343873557?l=zulfahasyim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/feeds/1404516125343873557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4990508570027081399&amp;postID=1404516125343873557' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/1404516125343873557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/1404516125343873557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/2008/05/akhirnya.html' title='akhirnya'/><author><name>zulfa el hasyim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04808073342377287954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4990508570027081399.post-5014467967701898462</id><published>2008-05-13T14:54:00.000-07:00</published><updated>2008-05-13T15:08:11.479-07:00</updated><title type='text'>Altar Hatimu</title><content type='html'>setitik cahaya yang kautinggalkan&lt;br /&gt;menemani denting gitarku merindu&lt;br /&gt;menunjuk satu bias kehampaan&lt;br /&gt;merebahkan bingkai rohku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih saja kau percikan&lt;br /&gt;keteduhan dalam keanggunanmu&lt;br /&gt;masih saja kau teteskan&lt;br /&gt;kesejukan dalam keangkuhanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hampir-hampir tak bisa kuucap&lt;br /&gt;meski aku harus sembahyang&lt;br /&gt;si antara luka dunia&lt;br /&gt;semua karena keanggunan jiwamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu kupugar lagi sisa-sisa reruntuhan&lt;br /&gt;maghligai hati yang pernah remuk redam dalam keikhlasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kurasakan lagi&lt;br /&gt;kudengar lagi&lt;br /&gt;kunantikan lagi&lt;br /&gt;aku bertahan di antara bisik pesonamu&lt;br /&gt;aku (mungkin) bertahta di altar hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2005)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4990508570027081399-5014467967701898462?l=zulfahasyim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/feeds/5014467967701898462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4990508570027081399&amp;postID=5014467967701898462' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/5014467967701898462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/5014467967701898462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/2008/05/altar-hatimu.html' title='Altar Hatimu'/><author><name>zulfa el hasyim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04808073342377287954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4990508570027081399.post-7960068098285973324</id><published>2008-05-13T14:27:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T02:23:50.750-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_HFxqLHjXi2M/SCoIQrqjOzI/AAAAAAAAAAo/y7kFdnWtux4/s1600-h/DSC00395.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_HFxqLHjXi2M/SCoIQrqjOzI/AAAAAAAAAAo/y7kFdnWtux4/s320/DSC00395.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199977802444782386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;nih gue ma gitar kesayangan gue..... wuih kangen gue ma gitar itu........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4990508570027081399-7960068098285973324?l=zulfahasyim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/feeds/7960068098285973324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4990508570027081399&amp;postID=7960068098285973324' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/7960068098285973324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/7960068098285973324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/2008/05/nih-gue-ma-gitar-kesayangan-gue.html' title=''/><author><name>zulfa el hasyim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04808073342377287954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_HFxqLHjXi2M/SCoIQrqjOzI/AAAAAAAAAAo/y7kFdnWtux4/s72-c/DSC00395.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4990508570027081399.post-1759841495537415294</id><published>2008-05-12T15:04:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T02:23:50.910-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_HFxqLHjXi2M/SCi_aLqjOyI/AAAAAAAAAAg/F6u7aPn06t8/s1600-h/DSC00660.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199616226328001314" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_HFxqLHjXi2M/SCi_aLqjOyI/AAAAAAAAAAg/F6u7aPn06t8/s320/DSC00660.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;foto ini gue ambil di atas &lt;em&gt;sutuh &lt;/em&gt;perpustakaannya presiden Husni Mubarak, keren nggak??? bilang donk keren....! doain gue ya...! gue sekarang lagi kuliah di Al Azhar Mesir.... doain gue moga2 cepet selesai and pulang deh ke Indonesia tercinta..... hehehehehehe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4990508570027081399-1759841495537415294?l=zulfahasyim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/feeds/1759841495537415294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4990508570027081399&amp;postID=1759841495537415294' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/1759841495537415294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/1759841495537415294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/2008/05/ini-gue-yang-paling-cakep.html' title=''/><author><name>zulfa el hasyim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04808073342377287954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_HFxqLHjXi2M/SCi_aLqjOyI/AAAAAAAAAAg/F6u7aPn06t8/s72-c/DSC00660.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4990508570027081399.post-5026044724976674086</id><published>2008-05-12T14:22:00.000-07:00</published><updated>2008-05-12T14:31:58.985-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musim panas'/><title type='text'>sajak tak sempurna</title><content type='html'>sajakku melayang&lt;br /&gt;menghinggapi setiap isi kehidupan&lt;br /&gt;mencari sejuta makna nafas&lt;br /&gt;dan mengartikan jalanan-jalanan berdebu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hatiku selalu bersama cerita nenek moyang&lt;br /&gt;namun ragaku terbang bersama tingginya cita-cita&lt;br /&gt;aku tersenyum dengan mentari pagi&lt;br /&gt;dan aku menangis dengan rembulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hinggapi jiwaku segera&lt;br /&gt;dan menyelamlah dalam air mataku&lt;br /&gt;lalu pasti kau akan mengerti senandungku&lt;br /&gt;yang setiap hari aku lantunkan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4990508570027081399-5026044724976674086?l=zulfahasyim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/feeds/5026044724976674086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4990508570027081399&amp;postID=5026044724976674086' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/5026044724976674086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4990508570027081399/posts/default/5026044724976674086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zulfahasyim.blogspot.com/2008/05/sajak-tak-sempurna.html' title='sajak tak sempurna'/><author><name>zulfa el hasyim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04808073342377287954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
